PUSAT PELAYANAN JANTUNG JAMBI (Jambi Cardiac Centre)

DIAGNOSTIC INVASIVE DAN INTERVENSI KARDIOVASKULER

 

Kepala : dr. Tengku Rahadiyan, Sp.JP, FIHA

Tim Dokter Spesialis :

  • dr. Evi Supriadi, Sp.JP, FIHA
  • dr. Muhammad Fuad Arby, Sp. JP
  • dr. Muhammad Hatta, Sp. JP
  • dr. Taka Mehi, Sp.JP

 

Informasi : Telp. (0741) 61692, 61694, 63394, 62364  Fax. (0741) 60014

 

 

 

DIAGNOSTIK INVASIVE (Angiografi Koroner)

Adalah suatu tindakan gold standar  untuk mendiagnosa penyakit jantung   koroner. Pemeriksaan ini menggunakan   sinar X dan zat kontras yang diinjeksikan ke dalam pembuluh darah   arteri  koronaria untuk melihat ada tidaknya  penyempitan/sumbatan.

 

INTERVENSI KARDIOVASKULER (Percutaneus Coronary Intervensi/PCI).

 Adalah tindakan pelebaran pembuluh darah coroner yang mengalami penyempitan dengan menggunakan balon (tanpa operasi).

Prosedur tindakan hampir sama dengan angiografi coroner tetapi dengan tambahan menggunakan  kateter khusus. Balon akan  dikembangkan di daerah yang   mengalami penyempitan atau sumbatan. Untuk mencegah terjadinya penyempitan kembali, setelah balon   dikembangkan dilakukan tindakan pemasangan ring atau cincin (stent).

 

Bagaimana Prosedur Tindakan Kateterisasi Jantung dilakukan ?

  • Kateterisasi jantung dilakukan di ruangan khusus kateterisasi jantung (Cathlab)
  • Selama prosedur pasien akan tetap sadar
  • Dokter akan memberikan obat anestesi local pada area dimana kateter akan dimasukan ke pembuluh darah.
  • Tindakan dilakukan melalui pembuluh darah di lipat paha (a. femoralis) atau pada lengan ( a. radialis ).
  • Kateter akan dimasukan sampai ke pembuluh darah jantung.
  • Gambaran sinar x akan diambil selama proses ini untuk menentukan lokasi penyempitan atau penyumbatan

 

Apa yang perlu di persiapkan sebelum Tindakan PCI?

Puasa makan 4 jam sebelum tindakan

  • Tanyakan pada dokter tentang : bagaimana pemberian insulin atau obat DM pada penderita diabetes, apa saja obat yang harus diminum sebelum tindakan dilakukan dan pemeriksaan laboratorium sebelum tindakan.
  • Setelah anda mendapat keputusan dari dokter, mintalah jadwal dilakukannya tindakan tersebut.
  • Dokter akan Membuat Surat Permintaan Perawatan, kecuali jika anda sudah dirawat.
  • Satu hari sebelum tindakan pasien masuk ke rumah sakit kecuali untuk kateterisasi, masuk rumah sakit pada hari yang sama dilakukan tindakan.

 

Apa yang Harus Diperhatikan Setelah Tindakan PCI?

  • Apabila akses tindakan melalui pembuluh darah kaki, Kaki area tindakan tidak boleh ditekuk selama 6—8 jam.
  • Apabila tindakan dari lengan, 4 jam setelah tindakan tangan tidak boleh ditekuk atau untuk menggenggam.
  • Tahan atau tekuk daerah pungsi saat batuk atau bersin.
  • Segera lapor bila ada keluhan

 

 

 

 

FASILITAS JAMBI CARDIAC CENTRE (JCC) RSUD RADEN MATTAHER JAMBI

Medical Check Up & konsultasi Jantung Ditangani lansung oleh 5 orang Spesialis jantung dan Pembuluh Darah (SpJP) kompeten. Diagnosa dan therapi penyakit jantung terlengkap di jambi.

1. ECHOCARDIOGRAPHY

Adalah pemeriksaan dengan menggunakan prinsip gelombang Suara ultra (ultra sound) unutuk melihat anatomi jantung saat bergerak (berdenyut), sehingga dapat diketahui fungsi dan kekuatan otot jantung, adanya gangguan gerakan otot jantung, kebocoran sekat jantung, penyempitan/kebocoran katup jantung, ukuran jantung, maupun adanya cairan serta tumor pada rongga jantung.

2. TREADMILL TEST ( UJI JANTUNG BEBAN)

Adalah alat untuk merekam perubahan EKG, tekanan darah dan frekuensi denyut jantung serta mengetahui kapasitas fungsi jantung beraktifitas yang berguna bagi orang-orang yang mengalami keluhan : nyeri dada (EKG tak khas), laki-laki > 40 tahun atau perempuan setelah menopause yang disertai faktor. Risiko Penyakit Jantung Koroner (PJK) seperti : merokok, kurang aktifitas, kegemukan, hipertensi, diabetes, pasca rawat dengan angina pektoris tak stabil, pasca serangan jantung dsb. Pemeriksaan ini dapat juga digunakan untuk deteksi dini PJK disamping untuk menilai kesegaran jasmani.

3. HOLTER MONITOR

Adalah alat untuk merekam perubahan EKG selama 24 jam atau lebih yang dipasang untuk mendeteksi gangguan irama jantung yang kemungkinan tidak terdeteksi saat penderita datang dengan keluhan palpitasi yang dirasakan mengganggu. Tindakan ini dilakukan dengan pemasangan alat monitor (seperti tape recorder) dengan sadapann EKG yang dapat merekam irama jantung selama 24 jam dengan tidak mandi untuk menjaga alat terkena air. Tindakan ini dapat berkelanjutan dengan dilakukan pemeriksaan Pemeriksaan elektro fisiologi apabila dijumpai kelainan yang memerlukan tindakan Ablasi.

4. AMBULATORY BLOOD PRESURE  MONITORING (ABPM).

 Digunakan untuk mengetahui tekanan darah rata-rata selama kurun waktu 24 jam saat pasien beraktifitas seperti biasa.

5. DOPPLER  VASKULER

Pemeriksaan untuk mengetahui adanya gangguan di pembuluh darah leher ataupun pembuluh darah kaki dan tangan

6. DIAGNOSTIK INVASIF DAN INTERVENSI KARDIOVASKULER

  Suatu tindakan minimal invasif dengan memasukkan kateter (selang/pipa plastik) melalui pembuluh darah ke dalam jantung dan pembuluh darah koroner yang memperdarahi jantung.