Penyuluhan Kesehatan tentang Cuci Tangan dan Jumlah Keluarga yang menunggu Pasien

Penyakit menular adalah penyakit yang dapat ditularkan melalui berbagai media salah satunya dengan media tangan. Upaya pencegahan penyakit menular dengan cara Hand Hygiene (cuci tangan) untuk mengontrol dan mencegah terjadinya infeksi bakteri. Perilaku mencuci tangan haruslah menjadi kebiasaan, hal ini menarik sehingga Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) bekerjasama dengan CPNS Dokter Umum Tahun 2019 dengan Narasumber dr. Nyimas Destriani Varissa dan dr. Firman Oktavianus. T, mengadakan penyuluhan kesehatan tentang Cuci Tangan dan Jumlah Keluarga yang menunggu pasien pada hari Senin tanggal 20 Mei 2019 Jam 11.00 WIB di ruang perawatan penyakit dalam dengan target keluarga pasien dan pengunjung.
CUCI TANGAN
Cuci tangan adalah proses pembersihan kotoran dan mikroorganisme pada tangan yang didapat melalui kontak dengan pasien, petugas lain dan permukaan lingkungan (flora transien) menggunakan handrub berbasis alkohol maupun handwash dengan air mengalir.
Kapan waktu mencuci tangan
1. Segera setelah tiba di rumah sakit
2. Sebelum masuk dan tinggalkan ruangan pasien
3. Sebelum dan sesudah kontak dengan pasien atau benda yang terkontaminasi cairan tubuh pasien
4. Diantara kontak pasien satu dengan yang lain
5. Sesudah ke kamar kecil
6. Sesudah kontak dengan darah atau cairan tubuh lainnya
7. Bila tangan kotor
8. Sebelum meninggalkan rumah sakit
9. Segera setelah membersihkan kotoran dari tubuh pasien
10. Sebelum dan setelah menyiapkan dan mengkonsumsi makanan

6 Langkah Cuci Tangan :
INGAT TePungSelaCiPuPut
Te : Telapak tangan (Gosok kedua telapak tangan)
Pung : Punggung (Gosok punggung dan sela-sela jari sisi luar tangan kiri dan sebaliknya
Sela : Sela-sela jari (Gosok telapak tangan & sela-sela jari sisi dalam)
Ci : Mengunci (Jari-jari sisi dalam dari kedua tangan saling mengunci)
Pu : Putar (Gosok ibu jari tangan kiri dan berputar dalam genggaman tangan kanan dan lakukan sebaliknya
Put : Putar (Rapatkan ujung jari telapak tangan kiri dengan cara memutar lakukan pada ujung jari tangan sebaliknya.
5 Momen Cuci Tangan :
1. Sebelum kontak dengan pasien
2. Sebelum tindakan asepsis
3. Setelah terkena cairan tubuh pasien
4. Setelah kontak dengan pasien
5. Setelah kontak dengan lingkungan sekitar pasien

1 PASIEN 1 PENJAGA
Tujuan penjaga pasien 1 orang :
1. Kepuasan pasien beserta keluarga terhadap pelayanan di Bangsal dapat tercapai
2. Pelayanan yang diberikan rumah sakit terhadap pasien dan keluarga pasien dapat tercapai
Aturan yang harus ditaati selama di Bangsal :
1. Penjaga pasien hanya 1 orang
2. Sebelum masuk Bangsal keluarga pasien harus mengisi buku hadir penjaga di pos satpam
3. Pasien harus menunjukkan kartu jaga (surat izin tunggu dari dokter yang merawat/kepala ruangan/perawat jaga) yang diberikan sebelum masuk bangsal
4. Ikut memelihara kebersihan, kerapian, ketenangan, ketertiban dan keamanan di lingkungan RS
5. Tidak diperkenankan mencuci, menjemur pakaian, di lingkungan RS
5. Tidak membawa alat-alat elektronik (setrika, kompor listrik dan kursi tidur)
6. Dilarang membawa barang-barang berharga serta uang berlebihan, kehilangan bukan tanggung jawab rumah sakit
7. Dilarang membawa senjata tajam, menyalakan lilin di bangsal bahaya kebakaran karena ada sentral oksigen
Kapan Keluarga Bisa Berkunjung?
1. Pagi : Pukul 11.00-13.00
2. Sore : Pukul 17.00-20.00

Dampak positif jika penjaga 1 orang :
1. Infeksi yang ditularkan dari keluarga yang menjaga lebih rendah
2. Peraturan yang telah dibuat RS lebih mudah ditaati oleh keluarga pasien
3. Kebersihan, kerapian, ketenangan, ketertiban dan keamanan di lingkungan RS tetap terjaga
4. Menurunkan angka kebisingan akibat banyaknya keluarga yang menjaga pasien
5. Meningkatkan kenyamanan pasien selama dirawat karena ruang rawat tidak ramai
Apa saja yang harus dilakukan penjaga pasien selama di bangsal?
1. Jangan memegang Luka operasi pasien
2. Mencuci tangan menggunakan handrub atau sabun sebelum dan sesudah keluar bangsal
3. Jika sedang batuk gunakan masker selama berada di bangsal
4. Jangan merokok selama di bangsal

Demonstrasi cuci tangan sesuai standar

Oleh :
Lilis Yuliastuti, SKM
Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) RSUD Raden Mattaher Jambi