Sosialisasi tentang Kawasan Tanpa Rokok di RSUD Raden Mattaher Jambi

Meningkatnya jumlah perokok baik pasien, keluarga pasien dan pengunjung di RSUD Raden Mattaher Jambi, sehingga diperlukan adanya sosialisasi regulasi tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) dan bahaya merokok bagi perokok aktif maupun pasif. Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) bekerjasama dengan Tim dokter umum CPNS Tahun 2019 dengan narasumber dr. Mia Hayati Khairunnisa dan dr. Sari Handayani Utami melakukan sosialisasi pada hari Rabu tanggal 22 Mei 2019 jam. 08.00 WIB di Area Taman Baca RSUD Raden Mattaher Jambi.
Sesuai Surat Edaran Gubernur Jambi Nomor : 3374/SE/SETDA.KESRAMAS-4.1/XII/2014 Tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Kawasan Tanpa Rokok adalah tempat atau ruangan yang dinyatakan dilarang untuk merokok, memproduksi, menjual, mengiklankan, dan/atau mempromosikan rokok.

dr. Mia Hayati Khairunnisa

dr. Sari Handayani Utami

Mengapa perlu adanya kawasan tanpa rokok ????
1. Zat kimia yang dihasilkan oleh asap rokok dapat mencemari udara di sekitar pada tingkat bahaya sedang sampai tinggi
2. Tidak ada batas aman untuk pemaparan asap rokok orang lain
3. Asap rokok dapat berbahaya bagi bayi dalam kandungan dan ibu hamil
4. Asap rokok juga dapat menyebabkan infeksi saluran pernapasan bawah, sesak napas, serangan jantung, dan kanker.
Setiap pelanggar diancam pidana kurungan paling lama 6 bulan atau denda sebanyak-banyaknya Rp. 50.000.000,- (dimaksud pasal 115 Undang-undang No. 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan).

Oleh :
Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS)